Saturday, May 12, 2007

KAIDAH-KAIDAH ILMU YANG MASUK AKAL: SUATU DONGENG TENTANG PASANG

W.M. Davis



Empat Kaidah Prosedur Ilmu
empat kaidah mental yang terdapat dalam satu individu yang terlatih dalam ilmu. yang meng-gunakan kekuatan pengamatannya untuk menemukan fakta-fakta alam dan kecerdasannya untuk mengajukan berbagai hipotesis yang mungkin untuk'menjelaskan fakta-fakta tersebut. Kemudian dengan mempergunakan logikanya dalam berpikir dia melakukan deduksi dari setiap hipotesis, sesuai dengan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya, tentang apa yang akan terjadi jika hipotesis itu benar. Karakteristik yang lain adalah pembawaannya yang tidak berpihak dalam pengujian untuk memutuskan hipotesis yang mana, jika memang ada, yang kompeten untuk menjelas¬kan fakta-fakta tersebut. Keempat kemampuan mental ini yang sering berperan dalam urutan-urutan yang tidak teratur saling memerlukan satu sama lain. Penggantian deduksi mental oleh percobaan kadang-kadang perlu untuk beberapa masalah tertentu, di mana setelah pengajuan hipotesis diperlukan kemampuan untuk menciptakan kondisi-kondisi buatan dalam rangka menguji berbagai konsekuensi dari hipotesis ter¬sebut. Walaupun begitu deduksi mental tetap dilakukan selama percoba¬an atau sesudahnya, karena itu maka percobaan dapat dimasukkan ke dalam salah satu dari empat kaidah mental tersebut. Ketidaksempurnaan Ilmu
Kesalahan yang sering terjadi terutama dilakukan dalam menarik kesimpulan yang berlaku umum dari pengamatan yang terbatas. Kesalahan lainnya sering terjadi waktu pengujian di mana terdapat kecenderungan untuk menerima suatu kesimpulan yang tidak teruji dengan sempurna. Demikian juga perasaan enggan untuk mengubah sebuah kesimpulan yang telah kita terima namun harus digugurkan kembali disebabkan ditemukannya bukti-bukti yang barui
Kemampuan untuk memperbaiki kesalahan dalam pengujian ini biasanya didapat dari pengalaman.
Hakekat Berteori
Terdapat suatu prasangka yang populer terhadap penggunaan kecakapan dalam menemukan sesuatu yang baru yang biasa disebut ber¬teori. Berteori itu sendiri, bila hanya sekedar berteori, jelas hanya mem¬punyai arti yang kecil, tetapi berteori secara terlatih yang dihubungkan dengan pengamatan yang terlatih pula adalah mutlak bagi kemajuan ke¬ilmuan. Alasan utama untuk berteori disebabkan karena kemampuan pengamatan kita yang sangat terbatas.
Kita menyadari bahwa banyak fakta-fakta alam yang tak dapat diamati secara langsung, baik karena gejala itu tak dapat kita tangkap, atau karena dimensinya sangat kecil, maupun karena hal itu sudah lama terjadi dan tak akan berulang kembali. Namun jelas bahwa semua gejala ini ada seperti juga gejala lainnya yang dapat diamati. Jika kita benar-benar ingin me-

mahami alam, maka gejala-gejala yang secara langsung tidak dapat kita tangkap dengan indera kita yang terbatas itu harus dijaring dengan cara l^n, dan cara yang biasa dilakukan adalah dengan berteori.

Hakekat Pembuktian Keilmuan
Siapakah yang 'dapat membuktikan kebenaran ke¬simpulan itu secara mutlak? Walaupun begitu seseorang menerima ke¬benaran yang terkandung di dalamnya, karena berdasarkan penelaahan yang wajar, pernyataan itu mempunyai peluang yang besar untuk benar. Kiranya jelas bahwa hal itu bukanlah disebabkan oleh masalah yang diselidikinya sebab bidang-bidang kegiatan keilmuan adalah beragam-ragam sekali. Sifat itu tidak terletak dalam pokok permasalahan yang diselidiki namun terletak dalam metode yang dipakainya. Sifat yang sama dari metode-metode itu adalah sifat masuk akal, yakni semangat untuk menyelidiki secava bebas, di mana tak terdapat pernyataan apa pun yang diterima tanpa pengkajian yang saksama, di mana kesimpulan yang ditemukan terus dijelajah ke mana pun dia mengarah, dan kesimpulan sebelumnya akan dirubah jika ditemukan fakta-fakta yang tidak sesuai dengan kesimpulan tersebut. Oleh sebab itu ilmu tidaklah bersifat akhir maupun tak mungkin salah. Ilmu adalah pertumbuhan dan pertumbuhan itu jauh dari selesai . . .

No comments:

Copyright © 2013 Dedi Iskamto: KAIDAH-KAIDAH ILMU YANG MASUK AKAL: SUATU DONGENG TENTANG PASANG | Design by Ais