Stanley M. Honer dan Thomas C. Hunt
RASIONALISME
Kaum rasionalisme mulai dengan suatu pernyataan yang sudah pasti. Aksioma dasar yang dipakai membangun sistem pemikirannya diturunkan dari idea yang menurut anggapannya adalah jelas, tegas, dan pasti dalam pikiran manusia. Pikiran manusia mempunyai kemampuan untuk "mengetahui" idea tersebut, namun manusia tidak menciptakannya, maupun tidak mempelajari lewat pengalaman. Idea tersebut kiranya sudah ada "di sana" sebagai bagian dari kenyataan dasar, dan pikiran manusia, karena ia terlihat dalam kenyataan tersebut, pun akan mengandung idea pula. Jadi dalam pengertian inilah maka pikiran itu menalar. Kaum rasionalis berdalil, bahwa karena pikiran dapat memahami prinsip, maka prinsip itu harus "ada"; artinya, prinsip harus benar dan nyata. Jika prin¬sip itu tidak "ada", orang tidak mungkin akan dapat menggambarkan-nya. Prinsip dianggap sebagai sesuatu a-priori, atau pengalaman, dan ka¬rena itu prinsip tidak dikembangkan dari pengalaman: bahkan sebalik-nya, pengalaman hanya dapat dimengerti bila ditinjau dari prinsip ter¬sebut.
Kritik terhadap Rasionalisme
1. Pengetahuan rasional dibentuk oleh idea yang tidak dapat dilihat maupun diraba. Eksistensi tentang idea yang sudah pasti maupun yang bersifat bawaan itu sendiri belum dapat dikuatkan oleh semua manusia dengan kekuatan dan keyakinan yang sama. 2. banyak di antara manusia yang berpikiran jauh merasa bahwa mereka menemukan kesukaran yang besar dalam menerapkan konsep rasional kepada masalah kehidupan yang praktis. 3. Teori rasional gagal dalam menjelaskan perubahan dan pertambahan pengetahuan manusia selama ini. Banyak dari idea yang sudah pasti pada satu waktu kemudian berubah pada waktu yang lain.
EMPIRISME
Kaum empiris berdalil bahwa adalah tidak beralasan untuk mencari pengetahuan mutlak dan mencakup semua segi, apalagi bila di dekat kita, terdapat kekuatan yang dapat dikuasai untuk meningkatkan pengetahuan manusia, yang meskipun bersifat lebih lambat namun lebih dapat di¬andalkan. Kaum empiris cukup puas dengan mengembangkan sebuah sis¬tem pengetahuan yang mempunyai peluang yang besar untuk benar, meskipun kepastian mutlak takkan pernah dapat dijamin.
Kaum empiris memegang teguh pendapat bahwa pengetahuan manusia dapat diperoleh lewat pengalaman. Jika kita sedang berusaha untuk meyakinkan seorang empiris bahwa sesuatu itu ada, dia akan berkata "Tunjukkan hal itu kepada saya". Dalam persoalan mengenai fakta maka dia harus diyakinkan oleh pengalamannya sendiri.
Kritik terhadap Empirisme
(1) Empirisme didasarkan pada pengalaman. Tetapi apakah yang disebut pengalaman? Sekali waktu dia hanya berarti rangsangan pancaindera. Lain kali dia muncul sebagai sebuah sensasi ditambah dengan penilaian. Se¬bagai sebuah konsep, ternyata pengalaman tidak berhubungan langsung dengan kenyataan obyektif yang (2). Sebuah teori yang sangat menitikberatkan pada persepsi pancaindera kiranya melupakan kenyataan bahwa pancaindera manusia adalah ter-batas dan tidak sempurna. (3). Empirisme tak memberikan kita kepastian. Apa yang disebut penge¬tahuan yang mungkin, dalam pengertian di atas, sebenarnya merupakan pengetahuan yang seluruhnya diragukan.
KEILMUAN:
ANTARA RASIONALISME DAN EMPIRISME
"terdapat suatu anggapan yang luas bahwa ilmu pada dasarnya adalah metode induktif-empiris dalam memperoleh pengetahuan. Memang terdapat beberapa alasan untuk mendukung penilaian yang populer ini, karena ilmuwan mengumpulkan fakta-fakta yang tertentu, melakukan pengamatan, dan mempergunakan data inderawi. Walaupun begitu, analisa yang mendalam terhadap metode keilmuan akan menyingkapkan kenyataan, bahwa apa yang dilakukan oleh ilmuwan dalam usahanya mencari, pengetahuan lebih tepat digambarkan sebagai suatu kombinasi antara prosedur empiris dan rasional.
Kesadaran dan Perumusan Masalah
Ketika manusia menemukan beberapa kesulitan dalam menghadapi dunia ini dalam memecahkan kesulitan tersebut secara berakal, maka pemikiranakan mulai berbentuk. Atau dengan perkataan lain, manusia menciptakan masalah dan mengajukan sesuai yang menurut pikirannya adalah petanyaan yang dapat dijawab.
Penyusunan dan Klasifikasi Data
Tahap metode keilmuan ini menekankan kepada penyusunan fakta da¬lam kelompok-kelompok, jenis-jenis dan kelas-kelas. Dalam semua cabang-cabang ilmu, usaha untuk mengidentifikasikan, menganalisis, membandingkan, dan membedakan fakta-fakta yang relevan tergantung kepada adanya sistem klasifikasi ini disebut taxonomi, dan ilmuwan modern terus berusaha untuk menyempurnakan taxonomi khusus bidang
keilmuan mereka.
Test dan pengujian kebenaran (verifikasi ) Hipotesis
Secara singkat dapat dikatakan bahwa metode keilmuan adalah sebuah teori pengetahuan yang dipergunakan manusia dalam memberikan jawaban tertentu terhadap suatu pernyataan. Metode ini menitikberatkan kepada suatu urutan prosedur yang saksama di mana diperoleh sekumpulan pengetahuan yang diperluas secara terus-menerus dan bersifat mengoreksi diri sendiri.
Kritik terhadap Metode Keilmuan
(1) metode keilmuan membatasi secara begitu saja mengenai apa yang «t diketahui manusia, yang hanya berkisar pada benda-benda yang ia dipelajari dengan alat dan teknik keilmuan.(2). ilmu memperkenankan tafsiran yang banyak terhadap suatu benda atau kejadian. ilmnu menggambarkan hakekat mekanistis —bagaimana benda-benda saling berhubungan satu sama lain secara sebab akibat — namun ilmu tidak mengemukakan apakah hakekat benda itu, apalagi mengapa benda itu ada (3). pengetahuan keilmuan, meskipun sangat tepat, tidaklah berarti bahwa ia merupakan keharusan, universal maupun tanpa persyaratan tertentu.
selengkapnya...
RASIONALISME
Kaum rasionalisme mulai dengan suatu pernyataan yang sudah pasti. Aksioma dasar yang dipakai membangun sistem pemikirannya diturunkan dari idea yang menurut anggapannya adalah jelas, tegas, dan pasti dalam pikiran manusia. Pikiran manusia mempunyai kemampuan untuk "mengetahui" idea tersebut, namun manusia tidak menciptakannya, maupun tidak mempelajari lewat pengalaman. Idea tersebut kiranya sudah ada "di sana" sebagai bagian dari kenyataan dasar, dan pikiran manusia, karena ia terlihat dalam kenyataan tersebut, pun akan mengandung idea pula. Jadi dalam pengertian inilah maka pikiran itu menalar. Kaum rasionalis berdalil, bahwa karena pikiran dapat memahami prinsip, maka prinsip itu harus "ada"; artinya, prinsip harus benar dan nyata. Jika prin¬sip itu tidak "ada", orang tidak mungkin akan dapat menggambarkan-nya. Prinsip dianggap sebagai sesuatu a-priori, atau pengalaman, dan ka¬rena itu prinsip tidak dikembangkan dari pengalaman: bahkan sebalik-nya, pengalaman hanya dapat dimengerti bila ditinjau dari prinsip ter¬sebut.
Kritik terhadap Rasionalisme
1. Pengetahuan rasional dibentuk oleh idea yang tidak dapat dilihat maupun diraba. Eksistensi tentang idea yang sudah pasti maupun yang bersifat bawaan itu sendiri belum dapat dikuatkan oleh semua manusia dengan kekuatan dan keyakinan yang sama. 2. banyak di antara manusia yang berpikiran jauh merasa bahwa mereka menemukan kesukaran yang besar dalam menerapkan konsep rasional kepada masalah kehidupan yang praktis. 3. Teori rasional gagal dalam menjelaskan perubahan dan pertambahan pengetahuan manusia selama ini. Banyak dari idea yang sudah pasti pada satu waktu kemudian berubah pada waktu yang lain.
EMPIRISME
Kaum empiris berdalil bahwa adalah tidak beralasan untuk mencari pengetahuan mutlak dan mencakup semua segi, apalagi bila di dekat kita, terdapat kekuatan yang dapat dikuasai untuk meningkatkan pengetahuan manusia, yang meskipun bersifat lebih lambat namun lebih dapat di¬andalkan. Kaum empiris cukup puas dengan mengembangkan sebuah sis¬tem pengetahuan yang mempunyai peluang yang besar untuk benar, meskipun kepastian mutlak takkan pernah dapat dijamin.
Kaum empiris memegang teguh pendapat bahwa pengetahuan manusia dapat diperoleh lewat pengalaman. Jika kita sedang berusaha untuk meyakinkan seorang empiris bahwa sesuatu itu ada, dia akan berkata "Tunjukkan hal itu kepada saya". Dalam persoalan mengenai fakta maka dia harus diyakinkan oleh pengalamannya sendiri.
Kritik terhadap Empirisme
(1) Empirisme didasarkan pada pengalaman. Tetapi apakah yang disebut pengalaman? Sekali waktu dia hanya berarti rangsangan pancaindera. Lain kali dia muncul sebagai sebuah sensasi ditambah dengan penilaian. Se¬bagai sebuah konsep, ternyata pengalaman tidak berhubungan langsung dengan kenyataan obyektif yang (2). Sebuah teori yang sangat menitikberatkan pada persepsi pancaindera kiranya melupakan kenyataan bahwa pancaindera manusia adalah ter-batas dan tidak sempurna. (3). Empirisme tak memberikan kita kepastian. Apa yang disebut penge¬tahuan yang mungkin, dalam pengertian di atas, sebenarnya merupakan pengetahuan yang seluruhnya diragukan.
KEILMUAN:
ANTARA RASIONALISME DAN EMPIRISME
"terdapat suatu anggapan yang luas bahwa ilmu pada dasarnya adalah metode induktif-empiris dalam memperoleh pengetahuan. Memang terdapat beberapa alasan untuk mendukung penilaian yang populer ini, karena ilmuwan mengumpulkan fakta-fakta yang tertentu, melakukan pengamatan, dan mempergunakan data inderawi. Walaupun begitu, analisa yang mendalam terhadap metode keilmuan akan menyingkapkan kenyataan, bahwa apa yang dilakukan oleh ilmuwan dalam usahanya mencari, pengetahuan lebih tepat digambarkan sebagai suatu kombinasi antara prosedur empiris dan rasional.
Kesadaran dan Perumusan Masalah
Ketika manusia menemukan beberapa kesulitan dalam menghadapi dunia ini dalam memecahkan kesulitan tersebut secara berakal, maka pemikiranakan mulai berbentuk. Atau dengan perkataan lain, manusia menciptakan masalah dan mengajukan sesuai yang menurut pikirannya adalah petanyaan yang dapat dijawab.
Penyusunan dan Klasifikasi Data
Tahap metode keilmuan ini menekankan kepada penyusunan fakta da¬lam kelompok-kelompok, jenis-jenis dan kelas-kelas. Dalam semua cabang-cabang ilmu, usaha untuk mengidentifikasikan, menganalisis, membandingkan, dan membedakan fakta-fakta yang relevan tergantung kepada adanya sistem klasifikasi ini disebut taxonomi, dan ilmuwan modern terus berusaha untuk menyempurnakan taxonomi khusus bidang
keilmuan mereka.
Test dan pengujian kebenaran (verifikasi ) Hipotesis
Secara singkat dapat dikatakan bahwa metode keilmuan adalah sebuah teori pengetahuan yang dipergunakan manusia dalam memberikan jawaban tertentu terhadap suatu pernyataan. Metode ini menitikberatkan kepada suatu urutan prosedur yang saksama di mana diperoleh sekumpulan pengetahuan yang diperluas secara terus-menerus dan bersifat mengoreksi diri sendiri.
Kritik terhadap Metode Keilmuan
(1) metode keilmuan membatasi secara begitu saja mengenai apa yang «t diketahui manusia, yang hanya berkisar pada benda-benda yang ia dipelajari dengan alat dan teknik keilmuan.(2). ilmu memperkenankan tafsiran yang banyak terhadap suatu benda atau kejadian. ilmnu menggambarkan hakekat mekanistis —bagaimana benda-benda saling berhubungan satu sama lain secara sebab akibat — namun ilmu tidak mengemukakan apakah hakekat benda itu, apalagi mengapa benda itu ada (3). pengetahuan keilmuan, meskipun sangat tepat, tidaklah berarti bahwa ia merupakan keharusan, universal maupun tanpa persyaratan tertentu.