Saturday, May 12, 2007

PIKIRAN MANUSIA YANG TAK TERTUNDUKAN

Manusia selama perjalanannya telah banyak mengalami perubahan berbeda dengan makhluk lainnya yang utama yang membedakan adalah bahwa Manusia Berfikir demi kelangsungan hidup mereka. Otak manusia bekerja seperti jantung yang tak berhenti berdenyut, siang dan malam, sejak kecil sampai renta. dalam jaringan yang besarnya kurang dari satu setengah kilogram itu, tercatat dan tersimpan berbilyun-bilyun ingatan,. kebiasaan, kemampuan, keinginan, harapan, dan ketakutan.

Otak manusia yang menakjubkan, yang terbentuk sel demi sel dan refleks demi refleks, diperkuat oleh dua kekuatan yang tak kurang menakjubkan,yakni kemampuan berbicar dan tangan manusia yang perkasa. Perkembangan yang berjalan sangat lambat namun mengesankan ini, lewat proses belajar dan belajar, mengandung hal-hal yang memilukan dan memukau.

Salah satu kejadian penting dalam sejarah peradaban manusia adalah berkembangnya kebudayaan Yunani 1000 tahun SM. Terdapat kebudaya-an-kebudayaan yang lebih kaya dan lebih agung sebelum ini. Namun hanya bangsa Yunani yang biasa berpikir, secara sungguh-sungguh dan te-rus-menerus, berdasarkan hakekat pengertian manusia.
Orang Yunani percaya bahwa semua peradaban dan kemajuan manusia haruslah didasarkan kepada kebahagiaan. hidup dan memperkaya khazanah pemikiran manusia. Bangsa-bangsa lain berpendapat bahwa peradapan mereka adalah semata-mata bagi tuhan, atau bagi raja-raja yang mulia, atau kekuasaan, kekayaan dan kesenangan.
Efisien, produktif, cerdas, bercitarasa, bersusastera, dan kecuali dalam pemerintahan –pemerintahan yang buruk, penuh dengan kebebasan dengan kebebesan spritual dan pribadi, merupakan ciri-ciri dari kebudayaan waktu itu, yang dalam banyak hal merupakan kehidupan sosial yang paling berhasil yang pernah kita lihat.

Mengapa kebudayaan yang teramat indah ini runtuh, tidak seorang pun tahu dengan tepat. Sungguhpun demikian, satu hal adalah pasti, bahwa bagian sebelah barat, yakni daerah Romawi, yang runtuh untuk pertama kali; sedangkan bagian sebelah timur, daerah berbahasa Yunani, masih sanggup mempertahankan diri di bawah serangan yang hampir terus-menerus selama beribu tahun berikutnya.


Jalan ke Arah Keagungan

Adalah sangat membesarkan hati bila kita menatap kembali sejarah proses belajar, dan melihat betapa seringnya pemikiran-pemikiran agung bermunculan di daerah-daerah sepi, di tengah suku-suku biadab dan kurun yang penuh berbagai tindasan dan kekerasan. Alangkah indahnya, dari zaman penuh pertumpahan darah yang menggemakan rintih dan lagu duka yang sedih, muncul pemikiran yang tenang dan agung, mempelajari alam dan menulis puisi; atau kita temukan, di antara kaum borjuis yang malas atau petani penuh daki tanah yang muram, suatu kecerdasan yang tinggi dalam abstraksi bilangan, penemuan-penemuan baru yang unik, atau suatu penafsiran yang sistematis tentang alam.
Contohnya Buddha. Demikian juga Sequoyah, seorang Indian Cherokee, seorang diri dia menciptakan bahasa tulisan untuk rakyatnya..

Disebabkan oleh faktor kebetulan yang membahagiakan, atau usaha yang mujur, dia mampu menggabungkan tenaga-tenaga pemikiran-nya menjadi sesuatu yang baru, suatu sintesis kreatif.
Suatu hal yang pasti mengenai karya besar pemikiran adalah, bahwa banyak di antara karya-karya besar tersebut, diciptakan oleh orang-orang yang memulai kehidupannya sebagai orang biasa, bahkan dalam keadaan tidak menyenangkan, namun kemudian mereka berkembang sedemikian jauh sehingga melampaui asal usulnya.

Isaac Newton adalah putera seorang petani Lincolnshire. Tidak seperti beberapa ahli matematika lainnya, bahkan ia tidak cemerlang di masa kecilnya. Baru setelah beberapa tahun ia belajar di Cambridge, mulailah tampak kejeniusannya memercik. Seorang anak lelaki biasa, yang dilahir-kan dari perkawinan seorang lelaki Itali dengan seorang gadis dusun, Socrates adalah seorang tukang batu di sebuah kota yang penuh dengan pemborong.

Tak Ada Jalan Lain
Bagaimana pemikir-pemikir besar itu muncul? Mereka tidak tumbuh seperti pepohonan. Mereka tidak dapat dimuliakan seperti hewan-hewan pilihan. Namun kita mengenai dua cara untuk memupuk mereka selagi bertumbuh.
Yang pertama adalah memberi mereka tantangan dan rangsangan. Letakkan masalah-masalah di hadapan mereka. Hasilkan sesuatu untuk dipikirkan mereka. Diskusikan tiap tahap pemikiran mereka. Usulkan ke-pada mereka agar melakukan berbagai percobaan Minta mereka untuk mengungkapkan apa-apa yang tersembunyi.
Cara kedua adalah membawa mereka agar mengenai pemikiran yang menonjol. Adalah tidak cukup bagi seorang anak yang pandai hanya mengenai teman-teman, guru-guru dan orang tuanya. la ha-rus mengenai mereka yang benar-benar menonjol, orang-orang besar yang abadi.
Cara terbaik menuju keagungan adalah bergaul dengan orang-orang besar.

Bayangan Zaman Kegelapan
Kita mengetahui bahwa pemikiran manusia sekarang mampu melaku¬kan jauh lebih banyak pekerjaan dibandingkan dengan apa yang pernah dilakukan sebelumnya. Seorang manusia normal menggunakan hampir seluruh otot-ototnya selama kehidupan dewasanya, tetapi dia meninggalkan daerah yang luas, mungkin dua pertiga dari otaknya, yang sama sekali tidak pernah dipergunakan. Secara individual kebanyakan manusia ada¬lah pemalas, kecerdasan yang tak cemerlang dan penuh petualangan yang dimilikinya sewaktu muda, tak pernah lagi dipergunakan selama 70 tahun dari sisa hidupnya. Secara keseluruhan, perkembangan dua bilyun pe¬mikiran di bumi ini dihambat oleh tiga penyebab: kemiskinan, kesalahan, hambatan yang disengaja.

Finlandia merupakan salah satu negara termiskin di Eropa, namun ia mempunyai sekolah-sekolah yang sangat baik, dan warga negaranya jauh lebih berpendidikan dibandingkan dengan kebanyakan negara-negara kaya. Skotlandia tidak pernah kaya; walaupun begitu, ia menunjang empat universitas sejak zaman Renaissance.
Yang paling mencengangkan, mungkin, adalah ketabahan bangsa Yahudi, yang selama generasi demi generasi tinggal di ghetto-ghetto miskin di bagian timur Eropa, di mana mereka tetap mempertahankan sistem persekolahannya sendiri, dan mewariskan buku-bukunya dengan cermat selama berabad-abad.

Terdapat tiga kesalahan yang menyebabkan lemahnya pendidikan masa kini: Pertama-tama, adalah gagasan yang keliru bahwa sekolah diadakan terutama untuk melatih anak laki-laki dan perempuan untuk mampu bergaul, "berintegrasi dengan kelompoknya", memperlengkapi mereka dengan ketrampilan kehidupan sosial", "mampu menyesuaikan diri dengan keluarga dan masyarakat."

Kesalahan kedua adalah terletak pada kepercayaan bahwa proses pen¬didikan terhenti sama sekali setelah kedewasaan rnulai. Kesalahan yang ketiga terletak pada suatu gambaran yang salah bahwa proses belajar dan mengajar haruslah memperlihatkan hasil yang segera, yang membawa keuntungan, dan membawa kita ke arah keberhasilan..
Hambatan Yang Disengaja. Telah sering terjadi, bahkan hari ini, terdapat mereka yang mencanangkan bahwa sekumpulan pengetahuan tertentu harus dimusnahkan, atau sedemikian dibatasinya sehingga menjadi sa¬ngat rahasia — bukan disebabkan karena fakta-fakta yang dikemukakan-nya keliru, atau disebabkan rasa takut bahwa hal itu akan mempengaruhi moral orang yang tidak bertanggung jawab, namun disebabkan bahwa jika hal itu diketahui orang secara luas, pengetahuan itu akan merupakan
bahaya bagi golongan, organisasi politik, organisasi agama atau organisa si sosial tertentu.

Perjalanan Pikiran. Kehidupan spiritual manusia menghadapi dua bahaya di mana keduanya adalah berbahaya dan mendesak. Yang satu adalah kemalasan dan yang lainnya adalah tirani.
Lebih mudah menghancurkan umat manusia secara Fisik, dengan sebuah kuman atau ledakan, daripada menghancurkannya secara mental. Karena manusia mampu menyesuaikan diri, dan daya penyesuaian ini ada¬lah kemampuan untuk mengubah dan mengembangkan kekuatan pikiran-nya.

Gilbert Higher

No comments:

Copyright © 2013 Dedi Iskamto: PIKIRAN MANUSIA YANG TAK TERTUNDUKAN | Design by Ais