Peter R. Senn
Perkembangan ilmu pada waktu lampau dan sekarang merupakan jawaban dari rasa keinginan manusia untuk mengetahui kebe¬naran. Ilmu meliputi baik pengetahuan maupun cara yang dikembangkan manusia dalam mencapai tujuan tersebut. Baik penge¬tahuan (yang merupakan produk ilmu) maupun cara (proses dari ilmu) terdiri dari berbagai jalan dan langkah. Metode-metode keilmuan telah dikembangkan untuk membimbing kita dalam perjalanan ini.
Untuk kebanyakan ilmuwan, kebenaran baru diketahui jika mereka dapat meramalkan apa yang akan terjadi di bawah persyaratan tertentu. Mereka puas dengan falsafah "biarlah masing-masing mengatur dirinya sendiri," dan terserah kepada masing-masing untuk menentukan spesifikasi yang eksak dari tuju¬an akhir yang dikejarnya. Mereka tahu garis besar dari arah yang dituju tetapi tujuan terakhir masih jauh sekali. Proses perjalanan ke arah kebe¬naran itu sendiri sudah merupakan kepuasan.
Sistem Ilmu
Ilmu dapat dianggap sebagai suatu sistem yang menghasilkan kebenaran. Dan seperti juga sistem-sistem yang lainnya dia mempunyai komponen-komponen yang berhubungan satu sama lain. Komponen utama dari sistem ilmu adalah: (1) perumusan masalah (2) pengamatan dan deskripsi 0} penjelasan; (4) ramalan dan kontrol.
Seorang ilmuwan yang bergelut tiap waktu dengan masalah keilmuan akan mempergunakan keseluruhan sistem ini dengan berbagai metode yang dipakainya. Dia mengenal keseluruhan sistem ini dengan sangat intim seperti seorang sopir mengenal sebuah mobil.
yang sangat menolong dalam mempelajari komponen-komponen ini adalah pengertian tentang salah satu dari ciri utama ilmu yakni bahwa ilmu mempunyai sifat mengoreksi dirinya sendiri.
Tiap-tiap komponen dari sistem mempunyai unsur yang dapat menemukan kesalahan tersebut. dalam jangka waktu yang panjang kesalahan yang dilakukan oleh orang ilmuwan, atau asumsi yang salah yang diterima oleh kegagalan keilmuan Secara umum, ternyata akan gagal untuk menghasilkan pemecahan yang tepat terhadap masalah -masalah baru yang dmbul, dan dengan demikian para ilmuwan harus mengkaji kembali konsep kebenaran mereka terdahulu.
Perumusan Masalah
Dalam merumuskan masalah, para ilmuwan harus membatasi dirinya dengan ruang lingkup yang terbatas yang diketahuinya. Walaupun begitu, kita harus menyadari bahwa tidak semua masalah adalah tepat bagi ilmu. Suatu cara yang biasanya dilakukan dalam menemukan dan merumuskan masalah adalah melewati persepsi kita dalam menghadapi kesulitan tertentu. Kita bisa merasakan, umpamanya, bahwa kita mengalami kesukaran ketika pulang pergi ke tempat pekerjaan dan kita pun mulai merumuskan masalah pengangkutan. Atau mungkin kita melihat kontradiksi dari dua orang ilmuwan yang bagi kita merupakan masalah. karya keilmuan yang terbaik biasanya ditandai dengan api hasrat yang menyala-nyala yang menyinari ilmuwan dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Persyaratan Masalah Keilmuan
Sebenarnya sukar untuk mendapatkan beberapa definisi tentang masalah yang baik dalam ilmu.
Ciri yang ideal dari sebuah masalah keilmuan adalah bahwa masalah itu penting karena pemecahannya berguna. Masalah keilmuan adalah penting bila masalah menghubungkan dalam suatu kesatuan pengetahuan yang sebelumnya dianggap berdiri sendiri-sendiri. Atau suatu masalah adalah penting karena dia mampu mengisi celah yang masih ketinggalan dalam khazanah pengetahuan kita.
Para ilmuwan biasanya meneliti masalah yang menurut anggapan mereka adalah penting. mereka membiarkan orang lain mengerjakan apa yang dianggapnya penting jadi ilmu bersifat sangat demokratis sehingga ilmu dapat berkembang kesemua jurusan.
Sekali masalah yang menarik dan penting telah dipilih, terdapat beberapa ciri tertentu dari perumusan masalah secara keilmuan. Sebuah masalah haruslah secara tepat dinyatakan agar memungkinkan kita untuk memilih fakta-fakta yang diperlukan dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Ciri yang lain dari sebuah masalah dalam ilmu adalah bahwa masalah itu mesti dapat dijawab dengan jelas, atau dengan perkataan lain, bahwa sebuah masalah tak boleh dirumuskan sedemikian rupa sehingga berapa pun jumlah jawaban yang diberikan akan tetap memenuhi syarat.
Ciri selanjutnya dari masalah keilmuan adalah bahwa tiap jawaban terhadap permasalahan itu mesti dapat diuji oleh orang lain. Artinya tiap ilmuwan yang mengajukan pertanyaan yang mana akan mendapatkan jawaban yang sama pula.
Ciri-Ciri Lainnya dari Masalah Keilmuan
Sebuah masalah keilmuan juga harus dirumuskan sedemikian sehingga pengumpulan data dapat dilakukan secara obyektif.
Ciri yang paling penting lainnya dari masalah keilmuan adalah bahwa masalah itu harus dapat dijawab lewat penelaahan keilmuan di mana ter¬sedia data secara nyata atau secara potensial tersedia.
masalah keilmuan juga harus mengandung unsur pengukuran dan defenisi dari variabel yang terdapat dalam masalah tersebut dimana hal ini dapat diuji oleh orang lain dan definisinya merupakan suatu hal yang dapat diketahui oleh orang lain.
Jika masalah telah dirumuskan dengan baik, hasil perumusan ini biasanya disebut hipotesis. Hipotesis ini adalah sebuah pernyataan. Hipotesis merupakan pernyataan yang dapat diuji
Pengamatan dan Deskripsi
Karena manusia kebanyakan berpikir dalam bahasa, semua cabang ilmu pengetahuan mencoba mengembangkan bahasa khusus untuk mengamati dan menguraikan aspek-aspek yang lebih luas yang dapat dicakup secara teknis keilmuan. Merupakan ciri dari ilmu yang sedang berada dalam tahap perintisan di mana diperlukan nama-nama bagi benda baru atau kombinasi dari benda-benda lama.
Tinjauan Pustaka
Langkah selanjutnya dalam sistem penelaahan keilmuan adalah meninjau kepustakaan tentang apa yang telah dilakukan orang lain di masa lalu. Tinjauan pustaka menggambarkan apa yang telah dilakukan para ilmuwan yang lain dan hal ini akan mencegah duplikasi yang tidak perlu. kita maksudkan dengan duplikasi yang tak ada gunanya adalah melakukan kembali pencarian pengetahuan yang telah ada tanpa menam-bahkan sesuatu yang baru.
Tinjauan pustaka sering sekali memberikan jalan tentang langkah mana yang harus ditempuh dalam mendekati hipotesis. Bagaimana cara membikin kerangka penelitian, melakukan studi, dan mengumpulkan data jelas merupakan masalah yang penting.
Kadang juga tinjau¬an pustaka memberikan kita idea-idea baru yang belum terpikirkan atau suatu pengertian yang lebih mendalam tentang hipotesis yang sedang kita telaah.
Persepsi Mempengaruhi Penafsiran
Jika imuwan ingin mendapatkan sesuatu yang tepat, dia harus berusaha untuk melakukan pendekatan kuantitatif atau mengukur dengan suatu unit standar tertentu untuk bisa melakukan perbandingan. Dia harus berhati-hati dalam membikin standar atau mem-bikin kerangka pengamatannya sehingga orang lain juga dapat melaku¬kan pengujian. Atau dengan perkataan lain, dia harus melakukan pekerjaannya sedemikian rupa sehingga para ilmuwan yang lain dapat mem-benarkan atau meniru penemuannya.
Teknologi Menolong Pengamatan
. Pada umumnya, seorang ilmuwan mem¬pergunakan alat apa saja yang sekiranya akan menolong dalam menyeli-diki hipotesisnya. Walaupun begitu, dia harus tetap berhati-hati karena dalam kenyataannya persepsi indera manusia bersifat temporer dan tak dapat dipercaya; apa yang dilihat atau didengarnya hanya diingat, baik secara teliti maupun tidak. Oleh sebab itu, sebuah potret atau rekaman tape adalah pencatat yang lebih baik dan merupakan sesuatu yang bisa dipelajari berulang kali.
peogukuran
Hampir semua metode keilmuan memerlukan pengukuran. Pengukuran berarti membandingkan suatu obyek tertentu dan memberi angka kepada obyek tersebut menurut cara-cara tertentu.
Meskipun terdapat paling tidak enarn cara pengukuran, namun para ahli ilmu sosial kebanyak-mempergunakan dua tipe perbandingan, yakni ordinal dan kardinal.
Ilmu mempergunakan kedua cara perbandingan tersebut dan untuk menjaga ketelitian juga dipergunakan cara ketiga, yakni satuan pengukur¬an. satuan pengukuran harus ditetapkan — umpama¬nya sistem metrik — yang dapat dipergunakan ilmuwan untuk mengukur n mencatat untuk perbandingan kemudian.
Penjelasan
Setelah ilmuwan melakukan pengamatan, membuat deskripsi dan mencatat data menurut dia adalah relevan dengan masalahnya, dia menghadapi salah satu segi yang terpenting dari usahanya, yakni memberi penjelasan.
Penjelasan dalam ilmu pada dasarnya adalah menjawab pertanyaan "mengapa". Terdapat empat cara yakni:
Penjelasan Deduktif. Sebuah penjelasan deduktif terdiri dari serangkaian pertanyaan di mana kesimpulan tertentu disimpulkan setelah menetapkan aksioma atau postulat.
Penjelasan Probabilistik (Kemungkinan). ' Terdapat semacam pertanyaan dalam ilmu yang tidak dapat dijawab secara pasti seperti yang dilakukan dalam metode deduktif. Pertanyaan semacam ini hanya mungkin dijawab dengan kata-kata seperti "mungkin", "hampir pasti", atau "dalam batas 596" dan jawaban ini disebut probabilistik.
PenjeUuan Genetis. Penjelasan genetis menjawab pertanyaan "mengapa" dengan apa yang telah terjadi sebelumnya penjelasan genetis ini kadang-kadang disebut penjelasan historis.
Pmjelasan Fungsional. menjawab terhadap pertanyaan "mengapa" dengan jalan menyelidiki tempat dari obyek yang sedang diteliti dalam keseluruhan sistem di mana obyek tersebut berada.
Macam-macam Ramalan
Hukum. Hukum dalam ilmu sosial berarti beberapa keteraturan yang fundamental yang dapat diterapkan kepada hakekat manusia. Dalam ilmu alam, hukum gravitasi umpamanya merupakan contoh yang sering dipakai dalam menjelaskan ramalan tersebut. Proyeksi. Bentuk ramalan yang lain dapat didasarkan atas ekstrapolasi atau proyeksi. Ramalan seperti ini mempelajari kejadian terdahulu dan membuat pernyataan tentang hari depan didasarkan kejadian tersebut. Struktur. Ramalan juga dapat didasarkan atas struktur dari benda atau in-tuisi atau manusia yang bersangkutan. institusional. Masih dalam hubungannya dengan struktur adalah ramalan | yang berdasarkan cara suatu institusi beroperasi.
Masalah. Cara ramalan yang lain adalah didasarkan pada penentuan masalah apa yang dihadapi oleh manusia dan masyarakatnya. Tahap. Terdapat cara lain untuk meramalkan sesuatu yang berdasarkan tahap dari suatu perkembangan yang berurutan. Utopia Dalam cara semacam ini, ilmuwan membayangkan apa yang mungkin terdapat atau terjadi berdasarkan pengetahuan yang kita ketahui sekarang.
Laporan Hasil Penalaahan Keilmuan
Aspek yang lain, yakni terakhir, dari sistem ilmu untuk tiap hasil karya keilmuan adalah penulisan laporan dengan persyarat¬an minimum: yakni kejujuran mutlak, jelas serta mudah difahami, cukup terperinci sehingga orang lain dapat menilai karya tersebut, serta pengakuan terhadap idea orang lain.
No comments:
Post a Comment